PENGALAMAN PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN TRIASE PADA KUNJUNGAN MASSAL DI RUANG IGD RUMAH SAKIT KEBONJATI BANDUNG

Penulis

  • Yunita Sarah Nadeak Akademi Keperawatan Kebonjati Bandung – Indonesia
  • Tiarmaida Sitio Akademi Keperawatan Kebonjati Bandung – Indonesia
  • Andi sukandi Politehnik Maritim Eka Utama - Subang

DOI:

https://doi.org/10.4143/jki.v1i02.41

Kata Kunci:

Pengalaman, Triase , kunjungan masal

Abstrak

Triase adalah proses dinamis dalam pengambilan keputusan untuk memprioritaskan pasien sesuai dengan kondisi medis mereka serta harapan hidupnya pada saat datang di ruang gawat darurat ( Gerdtz dan Bucknall 2001 , Cooper, et al , 2020). Pasien yang datang dalam waktu bersamaan akan melampaui kapasitas tenaga yang tersedia. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan kapasitas tenaga tim IGD dengan jumlah pasien. Fakta menunjukkan, jumlah perawat petugas triaseruang IGD Rumah Sakit Kebonjati hanya 3 orang di setiap shift. Jelas jumlah ini tidak ideal, apalagi ketika  terjadi kunjungan massal, sebab akan terjadi ketidakseimbangan jumlah perawat dengan pasien yang datang. Untuk mengetahui  Pengalaman Perawat Dalam Melaksanakan Triase Pada Kunjungan Massal Di Ruang IGD Rumah Sakit Kebonjati Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan desain kualitatif fenomenologi interpretif. Sampel dalam penelitian ini adlah sebanyak 12 perawat yang telah dikumpulkan dgn menggunakan tital sampling. Sesuai dengan hasil penelitian yang didapat maka terdapat 4 tema. Tema - tema yang didapatkan dari analisis data Pengalaman Perawat Dalam melaksanakan triase pada kunjungan massal di ruang IGD rumah sakit rujukan pertama tipe C Rumah Sakit Kebonjati Bandung  yaitu 1. Mekanisme Triase Berubah 2. Sistem Triase Belum Adequat. 3. Mengharap perubahan kebijakan IGD4. Mengedepankan Strategi KIE, dimana tema - tema ini akhirnya mengerucut kepada sebuah tema yaitu “semangat perubahan ditengah sistem triase yang tidak adequat pada kunjungan massal.

Referensi

Aditama, T.Y. (1994). Tuberkulosis paru masalah & penanggulangannya. Jakarta: Penerbit UI.

Arikunto, S. (1998). Prosedur peneltian: Suatu pendekatan praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Bastable, S.B. (2002). Perawat sebagai pendidik: prinsip-prinsip pengajaran & Pembelajaran. Jakarta: penebit EGC.

Danim, S. (2003). Riset keperawatan sejarah & metodologi. Jakarta: penerbit EGC.

Departemen kesehatan. (2002). Pedoman nasional penanggulangan tuberkulosis. Jakarta.

Isa & Nafika. (2003). Efektivitas pengawasan pengobatan melalui program pengobatan perseorangan tuberkulosis dengan kartu berobat terhadap

keteraturan berobat penderita di wilayah kotamadya banjarmasin: jurnal kedokteran yarsi 11.

Lukmann & Sorrensen’s. (1993). Medical surgical nursing: a psycofisiologic approach.(4

th ed). Philadelphia: W.B. Saunders Company.

Lewis, Heidcamper, Dirksen. (2000). Medical surgical nursing: Assesment & management of clinical problems. (5 th ed). St. Louis: Mosby Inc.

Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka cipta

Nur salam (2003). Konsep & penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan Jakarta: salemba medika.

Nettina, Sandra M. (2001). Pedoman praktis keperawatan. Jakarta: penerbit EGC.

Niven, N. (2002). Psikologi kesehatan. Jakarta: Penerbit EGC.

Unduhan

Diterbitkan

22-10-2023

Cara Mengutip

Sarah Nadeak, Y., Sitio, T., & sukandi, A. (2023). PENGALAMAN PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN TRIASE PADA KUNJUNGAN MASSAL DI RUANG IGD RUMAH SAKIT KEBONJATI BANDUNG. Jurnal Kesehatan & Disiplin Ilmu, 1(02), 60–65. https://doi.org/10.4143/jki.v1i02.41

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama